{"id":6296,"date":"2025-05-21T14:42:10","date_gmt":"2025-05-21T14:42:10","guid":{"rendered":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/?p=6296"},"modified":"2025-05-21T14:42:12","modified_gmt":"2025-05-21T14:42:12","slug":"polsek-penukal-abab-berhasil-ungkap-kasus-tindak-pidana-pengancaman-dengan-senjata-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/?p=6296","title":{"rendered":"Polsek Penukal Abab  Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Pengancaman Dengan Senjata Api"},"content":{"rendered":"\n<p>radarsumsel.my.id<\/p>\n\n\n\n<p>PALI \u2013 Unit Reskrim Polsek Penukal Abab Polres PALI Polda Sumsel berhasil mengungkap kasus tindak pidana pengancaman dengan senjata api yang terjadi di wilayah hukum mereka.<br>Seorang petani berinisial HR (42) ditangkap setelah melakukan aksi pengancaman terhadap seorang perempuan di kawasan perkebunan karet Desa Sungai Langan, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.<\/p>\n\n\n\n<p>Kejadian bermula pada Sabtu, 28 Desember 2024 sekitar pukul 15.00 WIB. Pelaku menghadang korban Yusnaini (39), seorang petani asal Desa Tanah Abang, di kebun karet wilayah Talang Kukui. Dengan menodongkan senjata api rakitan jenis kecepek, pelaku mengancam korban sambil mengeluarkan kata-kata bernada intimidatif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNak mati kamu ape endak tekapar disikak kalu dak galak baleklah,\u201d ujar pelaku, sebagaimana disampaikan oleh korban dalam laporan ke Polsek.<\/p>\n\n\n\n<p>Merasa nyawanya terancam, korban segera melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penukal Abab. Laporan tersebut tercatat dengan nomor: LP\/B\/167\/XII\/2024\/SPKT\/POLSEK PENUKAL ABAB\/POLRES PALI\/POLDA SUMSEL.<\/p>\n\n\n\n<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Penukal Abab AKP Dedy Kurnia, S.H. langsung memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Hartoyo, S.H. beserta Tim Srigala untuk melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan mengarah pada keberadaan tersangka di pondok kebun miliknya di Dusun III Desa Sungai Langan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPada Senin malam, 19 Mei 2025 sekitar pukul 23.00 WIB, Tim Srigala berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Saat diinterogasi, pelaku mengakui seluruh perbuatannya,\u201d ungkap AKP Dedy Kurnia, S.H.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<p>1 pucuk kecepek laras panjang<\/p>\n\n\n\n<p>1 senapan angin merek Sanaji<\/p>\n\n\n\n<p>1 botol mesiu (sandawa)<\/p>\n\n\n\n<p>10 butir peluru potongan timah<\/p>\n\n\n\n<p>50 butir peluru senapan angin<\/p>\n\n\n\n<p>10 potongan kecil kep warna merah muda dalam botol minyak rambut<\/p>\n\n\n\n<p>1 sekop dari pipa paralon<\/p>\n\n\n\n<p>Segumpalan sabut kelapa<\/p>\n\n\n\n<p>Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kapolsek Penukal Abab menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami berkomitmen penuh untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Tidak ada tempat bagi aksi-aksi kriminalitas, apalagi yang melibatkan senjata api rakitan di wilayah hukum Polres PALI,\u201d ujar AKP Dedy Kurnia mewakili Kapolres.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Penukal Abab untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi akan menjerat tersangka dengan Pasal 335 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pengancaman serta Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Polres PALI mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan tindakan yang mencurigakan, guna bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.&#8221; pungkas AKP Dedy.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>radarsumsel.my.id PALI \u2013 Unit Reskrim Polsek Penukal Abab Polres PALI Polda Sumsel berhasil mengungkap kasus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6297,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-6296","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6296","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6296"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6296\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6298,"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6296\/revisions\/6298"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6297"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6296"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6296"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6296"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/radarsumsel.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=6296"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}