PALI — Meninggalnya dua kakak beradik, Andika Alam Saputra bin Antap Mustopa dan Hulya Elis binti Antap Mustopa, yang diduga akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Keduanya meninggal dunia dalam waktu berdekatan. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga di Gang Mercon, RT 04 RW 01, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi.
Merespons musibah tersebut, Pemerintah Kabupaten PALI melalui Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Edi Irwan, SE. m.Si didampingi Camat Talang Ubi, Lurah Handayani Mulia dan Ketua RT 04, mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga.
“Kami mewakili Bapak Bupati menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Edi Irwan.
Menurut Edi Irwan, kehadiran pemerintah tidak sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
“Kami turut prihatin. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun merupakan bentuk kepedulian pemerintah. Semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit, termasuk DBD.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten PALI, kami menyampaikan belasungkawa. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan seluruh masyarakat PALI senantiasa diberikan kesehatan serta perlindungan dari segala penyakit,” pungkasnya. (Red)














