https://radarsumsel.my.id/wp-content/uploads/2026/03/file_00000000977c71fab5567597d617a9c8-1.png
Berita  

Bupati Asgianto Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla, PALI Perkuat Sinergi Lintas Sektor

PALI — Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Apel Kesiapsiagaan Karhutla yang digelar di kawasan Bandara Kabupaten PALI, Jum’at (14/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati PALI Asgianto, S.T. bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah hingga pihak perusahaan dan unsur terkait lainnya.

Apel turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten PALI, perwakilan Basarnas Provinsi Sumatera Selatan, Kodim 0404 Muara Enim, Kejaksaan Negeri PALI, Danyon D Brimob PALI, para asisten Pemkab PALI, kepala OPD terkait, pimpinan perusahaan, Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H., Camat Talang Ubi Atmo Maryono, S.H., serta tamu undangan.

Bagi Pemerintah Kabupaten PALI, apel kesiapsiagaan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta sistem koordinasi dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Dalam amanatnya, Bupati PALI Asgianto menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan hingga masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Menurut Asgianto, deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci utama dalam penanganan Karhutla. Titik api yang masih kecil harus segera ditangani agar tidak berkembang dan meluas.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai ketika api sudah membesar baru kita bergerak. Kesiapsiagaan, deteksi dini dan respons cepat harus menjadi perhatian seluruh unsur,” ujar Asgianto.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat api dapat dengan mudah menyebar ketika kondisi lahan kering dan cuaca panas.

“Kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Kita harus memperkuat sinergi, meningkatkan koordinasi dan memastikan seluruh personel serta sarana prasarana siap digunakan ketika terjadi Karhutla,” tambahnya.

Selain kesiapan personel, peralatan penanggulangan Karhutla juga menjadi perhatian dalam apel tersebut. Seluruh unsur yang terlibat diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga apabila terjadi kondisi darurat, penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinasi.

BPBD Kabupaten PALI sebagai salah satu unsur utama dalam penanggulangan bencana terus memperkuat kesiapan menghadapi potensi Karhutla. Koordinasi bersama TNI dan Polri juga menjadi bagian penting dalam pemantauan wilayah serta penanganan apabila ditemukan titik api.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan di lapangan. Dengan koordinasi yang baik, potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Bupati Asgianto juga mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, BPBD dan seluruh unsur terkait yang telah menunjukkan kesiapan dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten PALI.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kalau ada titik api, segera laporkan. Jangan menunggu sampai api membesar. Dengan laporan dan penanganan sejak dini, kita bisa mencegah kebakaran meluas,” pesannya.

Pemerintah Kabupaten PALI juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Kesadaran untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menekan risiko Karhutla.

Pelaksanaan apel di kawasan Bandara Kabupaten PALI tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana Karhutla. Tidak hanya kesiapan personel dan peralatan, komunikasi serta koordinasi lintas sektor juga dinilai harus terus ditingkatkan.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten PALI, BPBD, TNI, Polri, Forkopimda, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan serta masyarakat, diharapkan potensi Karhutla dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama serta pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla.

Dengan kesiapan dan sinergi seluruh unsur, Pemerintah Kabupaten PALI optimistis upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla dapat berjalan lebih efektif, sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan dan wilayah Kabupaten PALI tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *