PALI – Batik khas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Mengangkat kekayaan alam, budaya, serta kearifan lokal sebagai identitas daerah, Batik PALI dipercaya menjadi cenderamata utama dalam kegiatan internasional bertajuk Seminar on Grain Security for ASEAN Countries yang berlangsung di Republik Rakyat Tiongkok pada 8–30 Oktober 2026.
Keikutsertaan Batik PALI dalam forum internasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan produk unggulan daerah kepada masyarakat dunia. Wastra khas Bumi Serepat Serasan itu diperkenalkan melalui partisipasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan yang menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, perwakilan utusan BPS Sumsel, Sefty Elly Mulyana, menyerahkan langsung cenderamata berupa Batik PALI kepada pihak penyelenggara, sejumlah pejabat, serta perwakilan delegasi negara-negara anggota ASEAN dan Tiongkok.
Kehadiran Batik PALI di tengah forum internasional yang membahas ketahanan pangan tersebut bukan sekadar pemberian cenderamata. Lebih dari itu, momentum ini menjadi sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan identitas, kreativitas, dan potensi ekonomi masyarakat Kabupaten PALI kepada dunia internasional.
Peran Pemkab PALI Dorong Produk Lokal Mendunia
Di balik semakin luasnya pengenalan Batik PALI, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir terus mengambil peran dalam mendorong pengembangan, pelestarian, dan promosi produk unggulan daerah.
Di bawah kepemimpinan Bupati PALI Asgianto, S.T., pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk kerajinan lokal agar mampu dikenal tidak hanya di tingkat regional dan nasional, tetapi juga menembus pasar internasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi dan mitra kerja yang memiliki kesempatan menghadiri kegiatan di luar daerah maupun luar negeri. Dengan demikian, setiap momentum pertemuan dan forum berskala nasional maupun internasional dapat dimanfaatkan sebagai peluang memperkenalkan potensi serta identitas Kabupaten PALI.
Bagi Pemkab PALI, Batik PALI bukan sekadar produk kerajinan atau komoditas ekonomi. Batik merupakan representasi sejarah, kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang mencerminkan karakter masyarakat Bumi Serepat Serasan.
Karena itu, promosi Batik PALI juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif, membuka peluang pasar, serta meningkatkan nilai tambah bagi para perajin lokal.
Keberhasilan Batik PALI menjadi cenderamata utama dalam seminar internasional di Tiongkok diharapkan menjadi pintu pembuka bagi semakin luasnya pengenalan produk-produk unggulan Kabupaten PALI di mancanegara.
Pemerintah Kabupaten PALI pun diharapkan terus memperkuat sinergi lintas sektor agar potensi lokal tidak hanya dikenal sebagai kekayaan budaya, tetapi juga mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari Bumi Serepat Serasan hingga Tiongkok, Batik PALI membawa pesan bahwa kekayaan budaya daerah memiliki peluang untuk dikenal dunia. Dengan dukungan pemerintah daerah, kolaborasi berbagai pihak, dan kreativitas para perajin, Batik PALI diharapkan semakin mengukuhkan identitas Kabupaten PALI di panggung internasional.














