https://radarsumsel.my.id/wp-content/uploads/2026/03/file_00000000977c71fab5567597d617a9c8-1.png
Berita  

Bupati Asgianto Optimalkan Dana Insentif Fiskal untuk Akselerasi Penurunan Stunting di PALI

PALI,radarsumsel.my.id — Komitmen Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, ST, kembali membuahkan hasil di tingkat nasional. Berkat kerja keras dan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, Kabupaten PALI menerima Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp5 miliar dari Kementerian Kesehatan RI sebagai apresiasi atas keberhasilan dalam mendukung percepatan program penurunan stunting.

Penyerahan DIF tersebut dilakukan di Auditorium J. Leimena, Gedung Adhyatma Kemenkes RI, pada Rabu, 12 November 2025, dalam rangkaian Rakornas Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025.

Acara berskala nasional ini turut dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Di antara tokoh-tokoh itu, Bupati Asgianto hadir membawa nama Bumi Serepat Serasan ke panggung nasional.

Pemberian DIF bukanlah hadiah instan, tetapi bentuk pengakuan atas kinerja nyata pemerintah daerah dalam menjalankan program strategis pengurangan stunting. PALI menjadi salah satu dari 130 daerah yang lolos penilaian kinerja dan berhak atas insentif tersebut—bersama 9 provinsi, 99 kabupaten, dan 22 kota.

Dana ini bukan sekadar penghargaan, tetapi kepercayaan pemerintah pusat kepada kami. Ini menjadi pendorong untuk terus memperkuat layanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan balita,” ujar Asgianto seusai acara.

Selama kepemimpinan Asgianto, Pemkab PALI telah mengembangkan berbagai langkah konkret seperti intervensi gizi, pembagian makanan tambahan bagi balita, penguatan posyandu, dan penyuluhan bagi remaja putri serta calon ibu. Upaya ini dilakukan melibatkan Dinas Kesehatan, DPMD, PKK Kabupaten PALI, hingga aparatur desa melalui program Gerakan Desa Peduli Stunting.

Mengatasi stunting tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Semua sektor harus bergerak bersama, termasuk kader posyandu dan dunia pendidikan,” tegas Bupati.

Sesuai ketentuan Kemenkes dan Kemenkeu, DIF senilai Rp5 miliar tersebut akan difokuskan pada empat program prioritas:

Intervensi Gizi & Layanan Kesehatan

Peningkatan Akses Air Minum & Sanitasi Layak

Edukasi Perubahan Perilaku Hidup Sehat

Penguatan Kapasitas Kader Kesehatan & Aparat Desa

Dengan strategi terarah tersebut, Pemkab PALI menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dalam dua tahun ke depan demi mewujudkan generasi muda yang lebih sehat, kuat, dan cerdas.red**. (ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *