PALI, radarumsel.my.id— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali mengeluarkan imbauan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor di sejumlah wilayah.Jum’at 12 Desember 2025.
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala BPBD PALI, Ir. Ahmad Hidayat, ST , sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan intensitas hujan beberapa hari terakhir.

Ir. Ahmad Hidayat menegaskan bahwa upaya pencegahan hanya dapat berjalan efektif apabila masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungan. Ia menyoroti kebiasaan membuang sampah sembarangan sebagai salah satu faktor penyumbang banjir yang dapat dihindari.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan sedang tinggi dan risiko bencana bisa terjadi kapan saja. Pencegahan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya BPBD,” tegasnya.
Dalam imbauan resmi tersebut, BPBD PALI menyampaikan beberapa poin penting, antara lain:
Tidak membuang sampah ke sungai, saluran air, atau gorong-gorong agar aliran air tetap lancar.
Mengadakan kerja bakti membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing.
Memantau kondisi tanah di wilayah perbukitan yang rentan longsor.
Segera meninggalkan area jika terlihat tanda-tanda pergerakan tanah atau rekahan.
Memeriksa kondisi pohon, tiang listrik, baliho, dan PJU yang berpotensi roboh saat hujan deras dan angin kencang.
Tidak berteduh di bawah pohon atau dekat tiang listrik ketika terjadi hujan disertai petir.
mengirimkan instalasi listrik rumah aman , terutama bila terjadi pengumpulan udara untuk mencegah korsleting.

Selain itu, Ir. Ahmad Hidayat juga mengingatkan juga bagi warga yang tinggal di bantaran Sungai Lematang agar meningkatkan kewaspadaan.
Tingginya intensitas hujan dapat menyebabkan kenaikan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir luapan.
“ Warga bantaran Sungai Lematang kami minta tetap siaga dan memperhatikan perkembangan ketinggian air. Laporkan segera jika ada situasi mencurigakan, ” ujarnya.
BPBD PALI meminta masyarakat segera melapor jika terjadi kondisi darurat melalui layanan panggilan cepat 112 yang beroperasi 24 jam tanpa biaya.
Menurut Ir. Ahmad Hidayat, laporan cepat dari warga sangat membantu mempercepat langkah penanganan di lapangan.
Imbauan ini dikeluarkan seiring meningkatnya laporan genangan air di beberapa titik di Kabupaten PALI akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut. BPBD memastikan seluruh petugas bersiaga penuh, terutama di daerah-daerah rawan.
Ahmad Hidayat mengajak seluruh warga PALI untuk memperkuat kesiapsiagaan keluarga dan lingkungan menghadapi musim hujan ini.
“ Bencana mungkin tidak bisa dihindari, namun dampaknya sangat bisa diminimalkan. BPBD akan terus siaga, namun keselamatan kita semua bergantung pada kesadaran bersama, ” ungkapnya.red**














