PALI — Harapan baru mulai tumbuh di tengah masyarakat Desa Lunas Jaya setelah Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas hauling batubara di KM 36. Langkah ini disambut positif oleh warga yang telah lama merasakan dampak lingkungan dari aktivitas tersebut.
Heri, warga yang tinggal di sekitar stockpile batubara milik PT Servo Lintas Raya, mengaku lega melihat pemerintah turun langsung ke lapangan. Ia menilai sidak tersebut bukan sekadar respons formalitas, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Sudah lama kami menunggu tindakan seperti ini. Kami ingin lingkungan yang lebih baik dan sehat untuk kami dan anak-anak kami,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Hal senada disampaikan Siasan, warga yang aktif menyuarakan isu lingkungan. Ia mengapresiasi kehadiran Wakil Bupati PALI dan jajaran OPD yang dinilai menunjukkan keseriusan dalam merespons keluhan warga.
Meski begitu, ia juga mengingatkan agar semua pihak tidak memperkeruh suasana dengan narasi yang justru melemahkan langkah yang sedang berjalan. Menurutnya, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah solusi nyata, bukan perdebatan.
Warga Lunas Jaya telah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan dampak aktivitas batubara. Sejak 2017, berbagai upaya telah dilakukan untuk menyuarakan keresahan, mulai dari menggandeng organisasi kepemudaan, lembaga sosial, hingga insan pers.
Kini, ketika pemerintah mulai hadir dan mengambil langkah konkret, masyarakat berharap proses ini dapat terus berlanjut hingga menghasilkan perubahan yang nyata. Mereka ingin pengawasan tidak berhenti pada sidak semata, tetapi diikuti dengan evaluasi, penegakan aturan, dan pemulihan lingkungan jika diperlukan.
Dengan kondisi yang mulai bergerak ke arah positif, warga berharap semua pihak dapat menahan diri dan lebih fokus pada tujuan bersama, yaitu menciptakan lingkungan yang sehat dan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat Lunas Jaya.














