https://radarsumsel.my.id/wp-content/uploads/2026/03/file_00000000977c71fab5567597d617a9c8-1.png
Berita  

Klarifikasi Tak ke Media Awal, Ardani: Cara Komunikasi Camat Tanah Abang Dinilai Tidak Profesional

PALI — Polemik pernyataan Camat Tanah Abang Dadang Adriandy terkait klaim air Sungai Bungen layak dikonsumsi belum mereda. Kini, perhatian publik bergeser pada cara penyampaian klarifikasi yang dinilai tidak mengikuti kaidah komunikasi publik yang semestinya.

Alih-alih disampaikan kepada media yang pertama kali memberitakan, klarifikasi justru beredar melalui media lain dan grup percakapan. Kondisi ini memicu kritik karena dianggap tidak menyentuh sumber utama penyebaran informasi.

Ardani Seorang Politisi dan mantan pegiat Jurnalis menilai langkah tersebut belum mencerminkan penanganan yang tepat.

“Kalau memang ingin meluruskan, seharusnya disampaikan ke media awal. Di situlah informasi pertama muncul dan menyebar. Kalau tidak, klarifikasi jadi tidak efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola seperti ini berpotensi menimbulkan persepsi bahwa klarifikasi dilakukan setengah hati dan tidak diarahkan untuk benar-benar memperbaiki informasi yang telah beredar luas.

Dalam praktik jurnalistik, terdapat mekanisme hak jawab yang memungkinkan pihak terkait memberikan klarifikasi langsung melalui media yang sama.

Mekanisme ini bertujuan menjaga keseimbangan informasi serta memastikan publik menerima versi yang telah diperbaiki.
Namun dalam hal ini, belum terlihat adanya langkah klarifikasi yang disampaikan secara langsung kepada media awal. Akibatnya, pemberitaan yang sudah lebih dulu dikonsumsi publik tetap berdiri tanpa koreksi yang sepadan.

Sejumlah pihak menilai kondisi ini justru memperpanjang polemik dan berpotensi memperkeruh suasana, terutama di tengah momentum perayaan HUT Kabupaten PALI ke-13.

“Ini bukan hanya soal pernyataan, tapi juga soal tanggung jawab komunikasi. Kalau klarifikasi tidak tepat sasaran, maka dampaknya juga tidak akan maksimal,” tambah Ardani.

Hingga saat ini, polemik masih terus berkembang di tengah masyarakat. Publik pun berharap agar penyampaian informasi, termasuk klarifikasi, dilakukan secara terbuka, tepat sasaran, dan melalui jalur yang semestinya agar tidak menimbulkan interpretasi yang beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *