PALI — Di tengah kondisi kemarau dan minimnya curah hujan, Pemerintah Desa Tanah Abang Selatan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), bersama masyarakat menggelar Sholat Istisqo untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.
Sholat Istisqo dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) di Lapangan Pasir Pantai Selatan, lokasi yang berada di dekat aliran Sungai Lematang. Suasana berlangsung khidmat ketika masyarakat bersama-sama menundukkan kepala, memanjatkan doa, dan memohon turunnya hujan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Tanah Abang Selatan Ahmad Sartono, perangkat dan staf desa, serta masyarakat Desa Tanah Abang Selatan. Turut hadir Kepala Desa Bumi Ayu Saprin, anggota DPRD PALI Sarnubi, ST dan Muhammad Rizal, S.Pd, serta Ketua Bawaslu Fikri.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah yang cukup banyak menunjukkan bahwa persoalan minimnya hujan mulai menjadi perhatian bersama. Sholat Istisqo pun menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat selain terus berusaha menghadapi dampak kondisi kemarau.
Kepala Desa Tanah Abang Selatan, Ahmad Sartono, mengatakan pelaksanaan Sholat Istisqo merupakan bentuk ikhtiar bersama sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kita sama-sama berikhtiar dan berdoa. Kondisi seperti ini tidak cukup hanya dengan mengeluh, tetapi kita harus berusaha dan memohon kepada Allah SWT. Mudah-mudahan doa kita dikabulkan dan hujan segera turun,” ujar Ahmad Sartono.
Menurutnya, hujan sangat dibutuhkan masyarakat, baik untuk memenuhi kebutuhan air maupun mendukung aktivitas sehari-hari dan menjaga kondisi lingkungan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar, memperbanyak doa, serta menjaga lingkungan di tengah kondisi kemarau.
Sementara itu, Kepala Desa Bumi Ayu, Saprin, mengapresiasi pelaksanaan Sholat Istisqo tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa manusia harus senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT.
“Mudah-mudahan melalui doa dan ikhtiar bersama ini, Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Kita berharap kondisi kemarau ini segera berakhir,” ungkap Saprin.
Sholat Istisqo berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Masyarakat berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut menjadi jalan turunnya hujan dan memberikan manfaat bagi kehidupan warga, lahan pertanian, serta lingkungan di wilayah Tanah Abang Selatan dan sekitarnya.
Bagi masyarakat, Sholat Istisqo bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi simbol ikhtiar dan kebersamaan dalam menghadapi kondisi alam yang sedang terjadi.














