PALI — RSUD Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial pada Senin malam. Dalam video tersebut disebutkan adanya pasien yang sedang sakit dan diminta untuk pulang dari rumah sakit.
Pihak RSUD Talang Ubi kemudian memberikan video klarifikasi untuk menjelaskan kronologi serta penanganan medis terhadap pasien tersebut.
Dokter Citra, dokter umum di IGD RSUD Talang Ubi, menjelaskan bahwa pada 16 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, pasien atas nama Lekat Kunci datang ke IGD dengan keluhan nyeri kepala dan nyeri pada bagian batang leher.
“Memang betul sekitar jam 4 sore, atas nama Lekat Kunci datang ke IGD dengan keluhan nyeri kepala serta nyeri pada batang leher. Setelah sampai di rumah sakit, langsung kami lakukan penanganan, dipasang infus dan diberikan obat-obatan,” jelas Dokter Citra.
Pasien juga menjalani sejumlah pemeriksaan, di antaranya rontgen dan EKG. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada bagian kepala dan leher, kondisi pasien dinyatakan normal.
Selanjutnya, pasien menjalani observasi sejak pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 20.30 WIB. Selama masa observasi, kondisi pasien disebut mengalami perbaikan dan tidak ditemukan indikasi medis yang mengharuskan pasien menjalani rawat inap.
“Setelah observasi dari jam 4 sore hingga jam setengah 9 malam, kondisi pasien membaik dan tidak ada indikasi untuk dirawat inap. Saya selaku dokter menjelaskan kepada keluarga dan pihak yang bertanggung jawab bahwa pasien boleh pulang,” kata Dokter Citra.
Setelah mendapat penjelasan tersebut, pihak keluarga menyetujui pasien untuk pulang. Dokter kemudian memberikan resep obat untuk dibawa pulang dan keluarga diberikan izin untuk membawa pasien meninggalkan rumah sakit.
Sementara itu, pihak keluarga menjelaskan bahwa sebelum dibawa ke rumah sakit, pasien diduga mengalami penganiayaan di kantor desa. Setelah kejadian tersebut, pasien kemudian dibawa ke RSUD Talang Ubi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Pihak keluarga juga membenarkan bahwa pasien sebelumnya telah mendapatkan penanganan dari dokter dan sempat dinyatakan boleh pulang. Namun, kondisi pasien kembali berubah ketika hendak meninggalkan rumah sakit.
“Setelah mau pulang naik kursi roda, mengalami sesak napas serta pusing. Makanya langsung dirawat lagi,” ungkap pihak keluarga.
Terkait video yang sempat viral dan menimbulkan kesalahpahaman mengenai pelayanan terhadap pasien, pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf. Mereka menyebut kejadian tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi.
Melalui klarifikasi tersebut, pihak rumah sakit dan keluarga berharap kronologi kejadian dapat dipahami secara utuh sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait penanganan pasien di RSUD Talang Ubi.














